Rabu, 21 September 2011

Punten Proyek Percontohan Desa Wisata

punten-proyek-percontohan-desa-wisata
Sebuah anugerah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa. Keunikan dan keindahan alam serta budaya masyarakatnya akan mampu melambungkan dan meningkatkan kesejahteraan Kota Wisata Batu di masa depan. Dan ini dapat diawali melalui pengembangan sebuah Kampung Wisata Kungkuk yang berada di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu, Jatim. Demikian diungkapkan Staf Ahli Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan, Dra. Titin Sukarya MSi, dalam Seminar Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Desa Wisata di Hotel Purnama Batu pada tanggal 15 Juni 2011.
Keunikan dan keindahan ini, menurut Titin, dapat dilihat dari panorama alami pegunungan, kontur tanah yang subur, udara yang sejuk dan belum terkontaminasi polusi, serta keramahan masyarakat yang masih tradisional namun terdidik. “Sehingga, ini merupakan kekuatan yang luar biasa bagi Kota Wisata Batu dalam mengembangkan pariwisata di masa yang akan datang,” katanya. Oleh karena itu Kota Wisata Batu, khususnya Desa Punten, harus mengelola alam yang indah itu secara profesional dan sesuai tata aturan norma agama dan adat istiadat masyarakat setempat. Bahkan, sistem manajerial ini akan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke daerah itu yang otomatis meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Seminar tersebut dihadiri para pejabat di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu, Kadinas Kesehatan, Kadinas Perindustrian dan UKM, Kadinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kepala Bappeda, Kades Punten, Camat Bumiaji, serta para pengusaha UKM, Seniman dan tokoh Masyarakat Desa Punten. Digambarkan Titin, potensi daya tarik wisata, baik yang bernuansa alam maupun budaya, umumnya berada di pedesaan, seiring dengan keberadaan masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada di pedesaan. Beberapa obyek dan daya tarik wisata di pedesaan, karena kedatangan wisatawan ada yang telah memberikan manfaat secara ekonomis kepada masyarakat setempat, namun ada yang belum mendapatkan manfaat dari kedatangan wisatawan ke wilayahnya tersebut. Artinya dia hanya jadi “penonton” dari kegiatan wisata di daerahnya. Dan karena itu, keberadaan obyek dan daya tarik wisata agar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, maka menjadikan wilayah tersebut menjadi Desa Wisata. Sehingga diharapkan kedatangan para wisatawan ke wilayah tersebut dapat memberikan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Hal ini mengingat wisatawan dalam perjalanan wisatanya membutuhkan berbagai kebutuhan barang dan jasa, sehingga ini dapat menjadi peluang usaha di bidang pariwisata dan bidang terkait lainnya dan dapat memanfaatkan peluang lapangan kerja.
Masyarakat di pedesaan yang telah merasakan manfaat dari kunjungan wisatawan ke daerahnya, tentu akan menjaga lingkungan untuk tetap lestari bahkan meningkat kualitasnya. Karena apabila lingkungan alam dan budayanya rusak, tentu wilayahnya tidak akan diminati oleh wisatawan. Sehingga ini berdampak terhadap berkurangnya pendaapatan mereka. Maka itu, melalui pengembangan Desa Wisata, lingkungan alam dan budaya setempat akan terjaga kelestarian dan kualitasnya. Dalam upaya mengembangkan suatu Desa Wisata yang memiliki daya tarik wisata yang bisa dijadikan sebagai “magnit” untuk menarik kedatangan wisatawan, khususnya di Desa Punten, Titin mengemukakan kondisi saat ini, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang ada dikaitkan aspek-aspek yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata di Kota Wisata Batu, terutama di Desa Punten. Dari telaahan berdasarkan penelitian lapangan yang dilakukan beberapa minggu lalu, Titin menggambarkan bahwa Desa punten mempunyai berbagai kekuatan dan kelemahan, terutama terkait pengembangan pariwisata sebagai Desa Wisata. Berbagai kekuatan alami sebagai anugerah Illahi, Desa punten mempunyai kekuatan utama sebagai komponen Desa Wisata yaitu unik, alam yang indah, udara sejuk segar, kontur tanah yang teratur dan subur, budaya seni masyarakat, serta kegiatan agrobisnis masyarakatnya. Dari kekuatan itu, akan lebih lengkap dan berkembang apabila masyarakat diberdayakan untuk memanfaatkan kunjungan wisatawan. “Untuk mengembangkan Desa Punten sebagai Desa Wisata, maka semua komponen masyarakat dan pemerintah harus berkomitmen bersama demi keberhasilan Punten sebagai Desa Wisata,” ujarnya.
Bahkan berbagai komponen yang akan mampu mengembangkan Desa Punten sebagai tujuan wisata adalah pengelolaan obyek wisata sesuai norma agama dan etika masyarakat. Menurut Titin, Desa Punten sangat berpotensi menjadi terkenal dan akan banyak dikunjungi wisatawan jika tidak hanya mengandalkan keindahan alam, khususnya di Dusun Kungkuk, tapi sarana prasarana pendukung serta Good Will pemerintah terpenuhi. Diantaranya, transportasi terpenuhi apabila wisatawan dari luar kota hendak berkunjung. Kemudian area makan minum seperti warung, restoran, cafe dengan berbagai menu tradisional Desa Punten juga tersedia. Lantas Akomodasi, dimana di Desa Punten, khususnya Kungkuk, harus ada tempat beristirahat seperti penginapan di sebuah keluarga (Home Stay), Villa dan hotel. Atraksi Wisata dari Desa Punten juga harus dimunculkan agar para wisatawan menikmati selama berkunjung di Desa Punten. Bahkan para pelaku usaha dan masyarakat membuat paket-paket wisata guna mengakomodir kegiatan wisata dari para wisatawan yang berkunjung. Dan akhirnya, masyarakat Desa Punten harus menyediakan Cendera Mata dan Oleh-oleh khas Desa Punten yang menjadi kenangan bagi para wisatawan. “Guna memenuhi berbagai komponen tersebut, Pemerintah Kota melalui Dinas terkait harus bahu membahu untuk memenuhinya, sehingga Kawasan Kungkun dan Desa Punten mampu menjadi Sebuah Desa Wisata populer dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” kilahnya.
Berbagai tanggapan, apresiasi masyarakat dan pejabat yang hadir dalam seminar Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Pengembangan Desa Wisata tersebut sangat positif dan mendukung. Sehingga mulai sarana prasarana jalan hingga bantuan permodalan bagi masyarakat akan menjadi prioritas dalam mengembangkan Desa Punten, khususnya kawasan Kungkuk sebagai salah satu Desa Wisata Potensial di Kota Wisata Batu. “Dan Desa Punten inilah yang akan kami jadikan proyek percontohan pengembangan Desa Wisata, sehingga akan berefek pada pengembangan desa-desa lain sebagai Desa Wisata di Kota Wisata Batu,” ujar Dra. Mistin MPd, Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Wisata batu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info