Jumat, 23 September 2011

Memahami Sejarah Desa Bumiaji

Desa merupakan tempat tinggal dari masyarakat yang terletak diluar pusat kota (urban centers). Juga merupakan cikal bakal dari berdirinya kota atau dengan kata lain keberadaan desa lebih dulu ada daripada kota. Banyak keragaman dan ciri khas yang dimilki oleh setiap desa baik dari kehidupan masyarakat, budaya maupun sumber daya yang ada di dalamnya, yang semuanya itu merupakan hasil cipta dari msyarkat yang ada di desa. Kalau kita bicara tentang desa tidak akan pernah lepas dari sejarah atau asal mula desa tersebut ada. Kota Batu memilki tiga kecamatan yang meliputi kecamatan Batu, Bumiaji dan Junrejo. Kecamatan  Bumiaji terdiri dari sembilan desa yang meliputi Desa Bulukerto, Bumiaji, Giripurno, Gunung Sari, Pandan Rejo, Punten , Sumber Brantas, Sumber Gondo dan Tulungrejo.
Salah satu desa yang memilki sejarah cukup banyak memilki arti bagi Kota Batu adalah Desa Bumuaji. Desa tersebut terletak disebelah utara dari pusat Kota Batu. Menurut keterangan dari masyarakat bumiaji sebelumnya Desa Bumiaji bernama Mbatu, dimana desa tersebut hanya ada seseorang yang tinggal dan mbabat alas Desa Bumiaji atu Mbatu yang bernama Mbah Gubuk Angin dimana beliau merupakan “Punokawan Pangeran Diponegoro” atau staff dari pangeran Diponegoro. Dengan berjalannya waktu nama Mbah Gubuk Angin berubah menjadi Mbah Mbatu, hal tersebut dikarenakan hanya beliaulah orang yang tinggal mbatu. Pada tahun sekitar 1960an ditemukan lagi nama Abdul Ghonaim yang ditemukan oleh Ky. Mustofa dari Pasuruan. Sampai saat ini masyarakat Desa Bumiaji masih belum tau desa tersebut ada hal tersebut dikarenakan tidak ada bukti yang tertulis yang dapat ditemukan oleh masyarakat.
Desa Bumiaji dibagi menjadi empat padukuhan atau dusun yang meliputi dusun Banaran, Binangun, Beru dan Tlogorejo, dimana tiap-tiap dusun memilki punden atau makam yang dikramatkan yang ditandai dengan kayu-kayu besar. Dalam hal ini masyarakat sekitar percaya yang ada di punden tersebut merupakan makam dari orang yang pertama ada di tiap-tiap dusun. Agama dari masyarakat Desa Bumiaji 99% adalah beragama islam karena sesuai yang kita ketahui bahwa Mbah Gubuk Angin menyebarkan agama islam di Desa Bumiaji. Sedangkan mata pencaharian mulai dulu sampai saat ini bekerja di sektor pertanian.  Banyak keragaman yang ada di dusun Beru mulai dari keragaman alamiah maupun  keragaman dari hasil cipta manusia.
Munurut Suparlan (L/67 th) pernah menjabat sebagai Kepala Dusun Beru tahun 1993-2000. “ Dulu masyarakat Desa Bumiaji kalau pergi ke pasar tidak mau mengatakan mau pergi ke Batu tapi mau pergi ke Sisir”. Hal tersebut dikarenakan kalu pergi ke Batu berarti akan sama saja pergi ke kuburan. Dan beliau juga mengatakan “sejarah hanyalah sebuah perkiraan masyarakat dan poro sepuh (orang yang dijadikan contoh) apabila hal tersebut tidak diikuti atau dibuktikan dengan kebanaran yang aslinya” bukti tersebut dapat berupa kitab atau tulisan yang ditinggalkan.
Dari penjelasan diatas sudah dapat kita ketahui bahwa desa memilki sejarah yang melatar belakangi sebuah desa tersebut ada. Serta cikal bakal atau awal mula dari Kota Batu berasal dari keberadaan desa, khususnya Desa Bumiaji yang memilki hubungan erat dengan sejarah berdirinya Kota Batu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info