Jumat, 23 September 2011

Ditengarai Peninggalan Kerajaan Majapahit, Punden Punten Digali

Keberadaan punden di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menarik simpati petugas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Wilayah Kerja Provinsi Jatim. Siang kemarin, tiga petugas kepurbakalaan itu meninjau keberadaan punten yang berada di tengah perkampungan penduduk. Itu menyusul rencana penggalian peninggalan sejarah terpendam antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batu bekerja sama dengan petugas BP3 pada Karena, Senin depan (20/4).
“Kami belum bisa memastikan apa yang terpendam di dalam, karena penggalian masih kami lakukan minggu depan. Karena, dalam catatan sejarah belum ada candi di sini,” Prapto Saptono, kasi Pelestarian dan Pemanfaatan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Wilayah Kerja Provinsi Jatim, siang kemarin.
Hanya saja, menurut pengamatannya, punden yang bakal digali itu ditengarai candi atau tempat pemujaan di masa Kerajaan Majapahit. Dugaan itu cukup mendasar dari beberapa bagian yang saat ini masih tersisa. Seperti halnya ditemukannya beberapa peninggalan seperti yoni, lingga. Selain itu juga bisa dilihat dari bahan baku bata yang digunakan pada bangunan tersebut. “Khas bangunan masa Majapahit bahannya bata. Seperti ini,” kata dia sambil menunjuk salah satu bagian dasar punden.
Menurut dia, jika bangunan tersebut merupakan candi, maka di bagian tengah terdapat lubang semacam sumur. Di salah satu bagian pipih atau tempat pemujaan itu terdapat nawa sanga atau sembilan arah mata angin. “Biasanya ada di daratan tinggi, seperti tempat ini,” ujar dia.
Saptono manambahkan, jika penggalian yang akan dilakukan tersebut membuktikan keberadaan candi, maka akan segera ditindaklanjuti. Yakni dengan memberikan rekomendasi pada pemkot untuk melakukan penyelamatan dan pemeliharaan.
Sementara, Soewignyo, kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Batu, menjelaskan keberadaan punden itu cukup lama. Sebagian besar bangunan yang ada saat ini bukan orisinil. Karena pada 2005 lalu warga memiliki inisiatif melakukan pembangunan punden tersebut. Untuk memperkuat adanya peninggalan sejarah, maka Disbudpar merencanakan penggalian. “Sebenarnya sudah lama juga akan dilakukan penggalian. Tapi, baru tahun ini bisa realisasi,” kata dia.
Dengan penggalian tersebut, diharapkan bisa menambah wahana objek wisata di Kota Batu, khususnya wisata warisan budaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info